Sejarah Upacara sebagai bentuk Penghormatan kepada Pahlawan Bangsa

 

Paskibraka Kabupaten Serang Tahun 2022 


Beberapa waktu lalu beredar postingan dari salah satu netizen yang mengatakan Upacara bendera tidak penting dan banyak sekali bentuk kegiatan yang menumbuhkan jiwa nasionalisme selain upacara, bahka di akhir postingannya mr.x mengatakan bahwa upacara tidak akan menjadikan indonesia sebagai negara maju. 

Upacara bendera merupakan salah satu tradisi penting yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah dan institusi pemerintahan. Namun, asal mula tradisi ini memiliki akar yang jauh lebih dalam dalam sejarah Indonesia.


Menurut catatan sejarah, upacara bendera sudah dilakukan sejak tahun 1292 oleh tentara kerajaan Jayakatwang. Pada masa itu, upacara ini digunakan sebagai bagian dari persiapan dan strategi peperangan melawan kekuasaan Kertanegara dari Singosari.

  • Penghormatan: Upacara bendera dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada simbol-simbol kerajaan dan para pemimpin militer.

  • Motivasi: Memberikan semangat dan motivasi kepada para prajurit sebelum bertempur.

  • Persatuan: Memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di antara para prajurit.

Transformasi Upacara Bendera

Seiring berjalannya waktu, upacara bendera mengalami transformasi dalam pelaksanaannya. Dari yang awalnya merupakan bagian dari ritual militer, upacara ini kemudian menjadi salah satu bentuk upacara yang dilakukan secara rutin dalam berbagai kesempatan di seluruh Indonesia.

  • Pendidikan: Di sekolah-sekolah, upacara bendera dilakukan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan siswa.

  • Kebangsaan: Upacara ini juga berfungsi untuk memperingati hari-hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan Indonesia.

  • Kedisiplinan: Melatih kedisiplinan dan kerapihan bagi para peserta upacara.

Upacara bendera kini menjadi bagian penting dari budaya dan identitas bangsa Indonesia, membangkitkan semangat patriotisme dan kebanggaan akan sejarah panjang perjuangan bangsa.


Di Indonesia upacara bendera pertama kali digelar pada tanggal 17 Agustus 1945, menandai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara bersejarah ini diadakan di rumah pribadi Soekarno, yang terletak di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.


Pada tanggal tersebut, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya setelah berabad-abad berada di bawah penjajahan. Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno, didampingi oleh Mohammad Hatta, yang kemudian dikenal sebagai dwitunggal pemimpin bangsa.

Upacara bendera ini menjadi simbolik dan emosional, sebagai bagian dari upaya menegaskan kemerdekaan Indonesia kepada dunia. Berikut adalah elemen-elemen penting dari upacara tersebut:

  • Pengibaran Bendera Merah Putih: Bendera Sang Saka Merah Putih dikibarkan untuk pertama kalinya, disertai lagu kebangsaan "Indonesia Raya".

  • Pembacaan Proklamasi: Soekarno membacakan naskah proklamasi yang mengumumkan kemerdekaan Indonesia.

  • Partisipasi Terbatas: Karena situasi yang mendesak dan keamanan, hanya sejumlah orang terbatas yang hadir dalam upacara ini, termasuk beberapa tokoh nasional dan pemuda.


Upacara bendera ini bukan hanya sebagai perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai deklarasi keberanian bangsa Indonesia untuk berdiri sendiri sebagai negara merdeka. Sejak saat itu, upacara bendera menjadi tradisi tahunan yang diadakan setiap tanggal 17 Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia.


Kesederhanaan upacara yang pertama kali digelar ini menunjukkan semangat perjuangan dan persatuan masyarakat Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Hingga kini, upacara bendera masih menjadi bagian penting dalam memperingati sejarah dan warisan perjuangan bangsa.


Upacara bendera merupakan salah satu tradisi yang sering dilakukan di berbagai institusi pendidikan dan pemerintahan di Indonesia. Meski bagi sebagian orang upacara bendera mungkin hanya dianggap sebagai rutinitas mingguan atau bulanan, sebenarnya kegiatan ini memiliki makna dan tujuan yang mendalam. Berikut adalah beberapa alasan mengapa upacara bendera begitu penting:


1. Menanamkan Rasa Nasionalisme

Upacara bendera merupakan momen untuk mengingat jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan mengibarkan bendera merah putih, peserta upacara diingatkan akan pentingnya cinta dan bangga terhadap tanah air. Ini membantu menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang kuat dalam diri setiap warga negara.

2. Menghormati Simbol Negara

Bendera merah putih dan lagu kebangsaan adalah simbol-simbol penting negara. Melalui upacara bendera, kita diajarkan untuk menghormati simbol-simbol tersebut. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap identitas dan kedaulatan negara Indonesia.

3. Pembentukan Disiplin

Upacara bendera dilakukan dengan tata cara yang terstruktur dan teratur. Peserta diharuskan untuk hadir tepat waktu, berbaris dengan rapi, dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib. Hal ini membantu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Media Pembelajaran

Upacara bendera juga dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, terutama dalam hal sejarah dan nilai-nilai kebangsaan. Melalui pidato atau pesan yang disampaikan selama upacara, peserta dapat memperoleh informasi dan pengetahuan baru yang bermanfaat.

5. Memupuk Kebersamaan

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat atau anggota sekolah/organisasi yang berbeda-beda. Dengan berkumpul dalam satu upacara, tercipta rasa kebersamaan dan persatuan di antara para peserta. Hal ini penting untuk membangun solidaritas dan kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

6. Peningkatan Rasa Tanggung Jawab

Setiap peserta upacara memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing, baik sebagai petugas upacara maupun peserta biasa. Menjalankan peran tersebut dengan baik membantu meningkatkan rasa tanggung jawab individu terhadap tugas yang diembannya.


Melalui berbagai alasan tersebut, dapat dilihat bahwa upacara bendera bukan sekadar ritual rutin, melainkan kegiatan yang sarat makna dan manfaat bagi pembentukan karakter serta peningkatan kecintaan terhadap bangsa dan negara.


Menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018, upacara bendera dilaksanakan setiap hari Senin dan pada hari-hari besar nasional. Pelaksanaan upacara harus dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan urutan acara yang telah ditetapkan.


Peran dan Tanggung Jawab
  • Kepala Sekolah: Bertanggung jawab atas pelaksanaan upacara yang sesuai dengan peraturan.

  • Guru: Membimbing dan mengarahkan siswa agar mengikuti upacara dengan baik.

  • Siswa: Mengikuti upacara dengan sikap yang serius dan khidmat.

Dengan adanya peraturan ini, diharapkan upacara bendera dapat dilaksanakan dengan lebih terstruktur dan memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah.


Download Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 Tentang Upacara Bendera di Sekolah

0 Komentar